Langsung ke konten utama

Warga Bengkulu Kesulitan Dapatkan BBM, Antrian Mengular di Berbagai SPBU


Kemacetan antrian pengisian BBM di SPBU


BENGKULU - Sejak awal November 2025, masyarakat Bengkulu harus bersabar mengantre berjam-jam untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka. Pemandangan antrian kendaraan yang memanjang terlihat di hampir seluruh SPBU di wilayah ini, bahkan ada yang mencapai ratusan meter.

Salah satu lokasi terparah berada di SPBU Jalan Kalimantan, Rawa Makmur, di mana pengendara harus menunggu lebih dari dua jam dengan barisan kendaraan sepanjang 500 meter pada 9 November lalu. Situasi tidak jauh berbeda di Kabupaten Kaur, di mana barisan kendaraan di SPBU Aur Ringit membentang hampir dua kilometer sejak pagi hari. Di Bengkulu Selatan, tiga SPBU utama yakni Tanjung Raman, Kutau, dan Ibul dipenuhi kendaraan yang mengular hingga ke jalan raya.

Penyebab kelangkaan ini ternyata bukan karena habisnya pasokan BBM secara keseluruhan, melainkan masalah distribusi yang terganggu. Pejabat Pemda Bengkulu menyatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan Bengkulu menghalangi kapal pengangkut BBM untuk merapat ke Pelabuhan Pulau Baai. Hal ini memaksa Pertamina mengambil jalur alternatif melalui Lubuklinggau yang tentunya membutuhkan waktu lebih lama. Ditambah lagi, ada insiden truk besar yang terguling di Bengkulu Utara, semakin memperlambat distribusi tangki BBM.

Gubernur Bengkulu langsung mengadakan pertemuan darurat dengan jajaran pimpinan daerah dan manajemen Pertamina pada malam 8 November untuk mencari solusi cepat. Pertamina pun merespons dengan mengirimkan tambahan pasokan sebanyak 3.000 kiloliter yang terdiri dari Pertalite dan Pertamax, yang sudah tiba di pelabuhan pada 11 November. Perusahaan juga menambah petugas pengatur lalu lintas di SPBU dan memastikan layanan tetap berjalan selama persediaan masih ada.

Dampak dari kelangkaan ini cukup dirasakan masyarakat. Beberapa oknum memanfaatkan situasi dengan menjual BBM eceran hingga Rp25.000 per liter, hampir dua kali lipat harga normal. Bupati Bengkulu Selatan menegaskan bahwa permasalahan ini tidak hanya dialami daerah mereka, namun sudah menjadi isu yang lebih luas.


Solehatun Waqiah, D1C023058

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengunjung Keluhkan Parkir Liar Pantai Panjang

  Parkir liar di area sekitar pantai panjang Bengkulu- Maraknya parkir liar di kawasan wisata Pantai Panjang, meresahkan pengunjung. Setiap hari, kendaraan memadati kawasan wisata Pantai Panjang justru harus berhadapan dengan juru parkir liar, yang tidak memiliki identitas resmi, menarik biaya tanpa karcis dan menetapkan tarif parkir yang di luar ketentuan. Suasana di lokasi, kendaraan roda dua dan roda empat memadati bahu jalan di sepanjang kawasan Pantai Panjang. Di beberapa titik, juru parkir terlihat meminta uang parkir pada pengunjung satu per satu, tanpa memberikan tanda bukti identitas dan karcis resmi. Beberapa pengunjung mengaku bahwa sering diminta uang parkir tidak hanya sekali. Masalah parkir liar bukan hal yang baru, keluhan seperti ini sering kali memuncak di kawasan Pantai Panjang ketika wisatawan mengunjungi tempat wisata ini seperti saat hari raya, atau ada agenda-agenda besar Kota Bengkulu. Pemerintah Kota Bengkulu menyatakan sudah menetapkan untuk menertibkan...

Krisis Sampah di Kota Bengkulu Semakin Mendesak, Kondisi TPA Memprihatinkan

                                                                                  Kondisi sampah di TPA Bengkulu Bengkulu - Persoalan sampah di Kota Bengkulu kembali mencuat setelah kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dipenuhi gunungan sampah yang kian mengkhawatirkan. Dari pantauan di lokasi, terlihat hamparan sampah yang membentang luas, mulai dari plastik, kain, kertas, hingga sisa rumah tangga yang menumpuk tanpa pengolahan memadai. Di beberapa titik tampak gubuk-gubuk darurat milik para pemulung yang bekerja setiap hari di tengah kondisi lingkungan yang berat. Tumpukan sampah yang terus bertambah ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah di Kota Bengkulu belum berjalan optimal. Dengan meningkatnya produksi sampah harian masyarakat, kapasit...

Tradisi Tabot Bengkulu: Jejak Sejarah dari Karbala hingga Pesisir Sumatera

  Festival Tabot Bengkulu —   Tradisi Tabot yang setiap tahun digelar di Bengkulu memiliki akar sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari peristiwa Karbala pada tahun 680 M. Ritual ini bermula dari praktik memperingati syahidnya Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, oleh komunitas   Syiah Tamil   yang hidup pada masa kolonial Inggris di wilayah Nusantara. Sejarawan Bengkulu menyebut bahwa Tabot pertama kali dibawa oleh pekerja muslim Tamil asal India Selatan pada awal abad ke-18. Mereka datang ke Bengkulu sebagai bagian dari pasukan dan pekerja yang direkrut East India Company. Kelompok inilah yang kemudian dikenal sebagai   keturunan Tabot   atau   tabut family . Pada masa itu, peringatan Asyura dilakukan sebagai bentuk duka cita terhadap tragedi Karbala ( syahdat Husain ). Ritual tersebut dibawa ke Bengkulu dan mengalami proses akulturasi dengan budaya lokal, sehingga menjadikan Tabot bukan sekadar upacara keagamaan, tetapi menjadi tradi...