Langsung ke konten utama

Portal Parkir GB II Unib Kerap Macet, Mahasiswa Keluhkan Antrean Panjang Saat di Pagi Hari

Kondisi kemacetan di portal masuk parkir GB II


    Bengkulu - Portal parkir di kawasan Gedung Belajar II (GB II) Universitas Bengkulu kembali menjadi keluhan mahasiswa. Alat yang seharusnya mengatur keluar-masuk kendaraan itu sering macet, sehingga membuat antrean kendaraan mengular terutama di jam-jam sibuk.

Di lapangan, beberapa mahasiswa mengaku kerap terhambat karena portal enggan terbuka meski sensor sudah membaca kendaraan. Tidak jarang pengendara harus menunggu cukup lama, bahkan ada yang turun dari motor untuk memanggil tukang parkir memencet remot portal agar bisa melintas.

“Pagi-pagi portalnya sering nggak naik, jadi antrean lumayan panjang. Sudah buru-buru mau masuk kelas, malah nunggu di parkiran,” ujar salah satu mahasiswa yang rutin melewati area tersebut.

Petugas keamanan yang berjaga juga membenarkan kondisi ini. Menurut mereka, portal sering bermasalah karena faktor pemakaian yang berat dan komponen yang mulai sering macet padahal baru beberapa bulan terpasang.

Sampai saat ini, pihak kampus belum memberikan informasi resmi terkait rencana tentang portal tersebut. Mahasiswa berharap ada penanganan cepat agar akses menuju GB II lebih lancar dan tidak mengganggu jadwal perkuliahan.

 

Rosita Alannawa, D1C023070

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengunjung Keluhkan Parkir Liar Pantai Panjang

  Parkir liar di area sekitar pantai panjang Bengkulu- Maraknya parkir liar di kawasan wisata Pantai Panjang, meresahkan pengunjung. Setiap hari, kendaraan memadati kawasan wisata Pantai Panjang justru harus berhadapan dengan juru parkir liar, yang tidak memiliki identitas resmi, menarik biaya tanpa karcis dan menetapkan tarif parkir yang di luar ketentuan. Suasana di lokasi, kendaraan roda dua dan roda empat memadati bahu jalan di sepanjang kawasan Pantai Panjang. Di beberapa titik, juru parkir terlihat meminta uang parkir pada pengunjung satu per satu, tanpa memberikan tanda bukti identitas dan karcis resmi. Beberapa pengunjung mengaku bahwa sering diminta uang parkir tidak hanya sekali. Masalah parkir liar bukan hal yang baru, keluhan seperti ini sering kali memuncak di kawasan Pantai Panjang ketika wisatawan mengunjungi tempat wisata ini seperti saat hari raya, atau ada agenda-agenda besar Kota Bengkulu. Pemerintah Kota Bengkulu menyatakan sudah menetapkan untuk menertibkan...

Krisis Sampah di Kota Bengkulu Semakin Mendesak, Kondisi TPA Memprihatinkan

                                                                                  Kondisi sampah di TPA Bengkulu Bengkulu - Persoalan sampah di Kota Bengkulu kembali mencuat setelah kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dipenuhi gunungan sampah yang kian mengkhawatirkan. Dari pantauan di lokasi, terlihat hamparan sampah yang membentang luas, mulai dari plastik, kain, kertas, hingga sisa rumah tangga yang menumpuk tanpa pengolahan memadai. Di beberapa titik tampak gubuk-gubuk darurat milik para pemulung yang bekerja setiap hari di tengah kondisi lingkungan yang berat. Tumpukan sampah yang terus bertambah ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah di Kota Bengkulu belum berjalan optimal. Dengan meningkatnya produksi sampah harian masyarakat, kapasit...

Tradisi Tabot Bengkulu: Jejak Sejarah dari Karbala hingga Pesisir Sumatera

  Festival Tabot Bengkulu —   Tradisi Tabot yang setiap tahun digelar di Bengkulu memiliki akar sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari peristiwa Karbala pada tahun 680 M. Ritual ini bermula dari praktik memperingati syahidnya Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, oleh komunitas   Syiah Tamil   yang hidup pada masa kolonial Inggris di wilayah Nusantara. Sejarawan Bengkulu menyebut bahwa Tabot pertama kali dibawa oleh pekerja muslim Tamil asal India Selatan pada awal abad ke-18. Mereka datang ke Bengkulu sebagai bagian dari pasukan dan pekerja yang direkrut East India Company. Kelompok inilah yang kemudian dikenal sebagai   keturunan Tabot   atau   tabut family . Pada masa itu, peringatan Asyura dilakukan sebagai bentuk duka cita terhadap tragedi Karbala ( syahdat Husain ). Ritual tersebut dibawa ke Bengkulu dan mengalami proses akulturasi dengan budaya lokal, sehingga menjadikan Tabot bukan sekadar upacara keagamaan, tetapi menjadi tradi...