Langsung ke konten utama

Konsumsi Makanan Sehat Meningkat, Pakar Gizi Ingatkan Pentingnya Pola Makan Seimbang


Ilustrasi: konsumsi makanan sehat

Lifestyle - Tren makanan sehat terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah restoran, supermarket, hingga penjual rumahan mulai menawarkan menu rendah kalori, tinggi serat, dan minim bahan pengawet. Fenomena ini dinilai sebagai respons masyarakat terhadap meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan.

Berdasarkan pantauan di berbagai platform kuliner, menu seperti salad sayuran segar, olahan ikan, smoothie buah tanpa gula tambahan, hingga makanan berbahan dasar gandum utuh menjadi pilihan favorit konsumen, terutama di kalangan pekerja muda urban yang membutuhkan makanan cepat namun tetap bernutrisi.

Menurut ahli gizi klinis, dr. Rani Setiawan, pola makan sehat tidak harus selalu mahal atau rumit. Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah menjaga keseimbangan asupan harian. “Tubuh membutuhkan variasi nutrisi. Sayur dan buah penting, tapi protein dan karbohidrat kompleks juga tak boleh diabaikan,” ujarnya

Rani menambahkan bahwa masyarakat kini lebih sadar terhadap risiko penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi, sehingga permintaan akan makanan sehat diperkirakan terus meningkat. “Konsumsi makanan alami dengan proses minimal dapat menurunkan risiko berbagai penyakit jangka panjang,” katanya.

Sementara itu, para pelaku industri makanan menyambut baik perubahan kebiasaan konsumen ini. Sejumlah UMKM kuliner mengaku permintaan menu sehat meningkat hingga dua kali lipat sejak pertengahan tahun. Mereka melihat tren ini bukan sekadar gaya hidup sesaat, melainkan pergeseran pola konsumsi yang lebih berkelanjutan.

Meski begitu, pakar menilai edukasi tetap dibutuhkan agar masyarakat tidak sekadar mengikuti tren, tetapi memahami manfaat dari setiap pilihan makanan. Pemerintah juga didorong untuk memperluas kampanye pentingnya gizi seimbang sejak usia dini. 

Dengan meningkatnya kesadaran dan pilihan makanan sehat yang semakin mudah dijangkau, diharapkan masyarakat dapat menerapkan pola makan yang lebih bijak demi menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.

 

Roihan  Maulana, D1C023044

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengunjung Keluhkan Parkir Liar Pantai Panjang

  Parkir liar di area sekitar pantai panjang Bengkulu- Maraknya parkir liar di kawasan wisata Pantai Panjang, meresahkan pengunjung. Setiap hari, kendaraan memadati kawasan wisata Pantai Panjang justru harus berhadapan dengan juru parkir liar, yang tidak memiliki identitas resmi, menarik biaya tanpa karcis dan menetapkan tarif parkir yang di luar ketentuan. Suasana di lokasi, kendaraan roda dua dan roda empat memadati bahu jalan di sepanjang kawasan Pantai Panjang. Di beberapa titik, juru parkir terlihat meminta uang parkir pada pengunjung satu per satu, tanpa memberikan tanda bukti identitas dan karcis resmi. Beberapa pengunjung mengaku bahwa sering diminta uang parkir tidak hanya sekali. Masalah parkir liar bukan hal yang baru, keluhan seperti ini sering kali memuncak di kawasan Pantai Panjang ketika wisatawan mengunjungi tempat wisata ini seperti saat hari raya, atau ada agenda-agenda besar Kota Bengkulu. Pemerintah Kota Bengkulu menyatakan sudah menetapkan untuk menertibkan...

Krisis Sampah di Kota Bengkulu Semakin Mendesak, Kondisi TPA Memprihatinkan

                                                                                  Kondisi sampah di TPA Bengkulu Bengkulu - Persoalan sampah di Kota Bengkulu kembali mencuat setelah kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dipenuhi gunungan sampah yang kian mengkhawatirkan. Dari pantauan di lokasi, terlihat hamparan sampah yang membentang luas, mulai dari plastik, kain, kertas, hingga sisa rumah tangga yang menumpuk tanpa pengolahan memadai. Di beberapa titik tampak gubuk-gubuk darurat milik para pemulung yang bekerja setiap hari di tengah kondisi lingkungan yang berat. Tumpukan sampah yang terus bertambah ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah di Kota Bengkulu belum berjalan optimal. Dengan meningkatnya produksi sampah harian masyarakat, kapasit...

Tradisi Tabot Bengkulu: Jejak Sejarah dari Karbala hingga Pesisir Sumatera

  Festival Tabot Bengkulu —   Tradisi Tabot yang setiap tahun digelar di Bengkulu memiliki akar sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari peristiwa Karbala pada tahun 680 M. Ritual ini bermula dari praktik memperingati syahidnya Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, oleh komunitas   Syiah Tamil   yang hidup pada masa kolonial Inggris di wilayah Nusantara. Sejarawan Bengkulu menyebut bahwa Tabot pertama kali dibawa oleh pekerja muslim Tamil asal India Selatan pada awal abad ke-18. Mereka datang ke Bengkulu sebagai bagian dari pasukan dan pekerja yang direkrut East India Company. Kelompok inilah yang kemudian dikenal sebagai   keturunan Tabot   atau   tabut family . Pada masa itu, peringatan Asyura dilakukan sebagai bentuk duka cita terhadap tragedi Karbala ( syahdat Husain ). Ritual tersebut dibawa ke Bengkulu dan mengalami proses akulturasi dengan budaya lokal, sehingga menjadikan Tabot bukan sekadar upacara keagamaan, tetapi menjadi tradi...