Langsung ke konten utama

Fasilitas di Gedung Bersama FISIP Universitas Bengkulu Dikeluhkan Mahasiswa


Gedung Belajar II FISIP UNIB

 

Bengkulu 12/11/2025  Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu mengeluhkan kondisi fasilitas di Gedung Bersama (GB) yang dianggap tidak memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Berbagai keluhan muncul dari ruang kelas hingga fasilitas penunjang, yang dinilai semakin menurun kualitasnya dalam beberapa semester terakhir.

Salah satu masalah yang paling sering disebut adalah AC ruang kelas yang tidak bekerja secara konsisten. Beberapa unit AC hanya berfungsi pada awal perkuliahan lalu tiba-tiba mati, sementara yang lain hanya mengeluarkan hembusan angin tanpa pendinginan. Situasi ini membuat suasana kelas menjadi panas, terutama pada jam perkuliahan siang, sehingga mahasiswa mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi.

Selain itu, perabot kelas seperti kursi juga menjadi perhatian. Sejumlah kursi dilaporkan rusak, mulai dari penyangga yang longgar hingga dudukan yang retak. Mahasiswa terkadang harus memindahkan kursi dari ruangan lain karena jumlah kursi layak pakai tidak mencukupi, khususnya pada kelas dengan jumlah peserta yang banyak.

Fasilitas sanitasi turut menambah daftar keluhan. Aliran air di WC Gedung Bersama kerap tidak stabil. Air sering kali terlihat keruh, berbau, atau tiba-tiba mati dalam waktu lama. Kondisi ini membuat beberapa toilet tidak bisa digunakan dengan layak, dan kebersihan area sanitasi ikut terdampak.

Tidak hanya itu, akses koneksi internet di Gedung Bersama juga menjadi masalah yang berulang. Wifi kampus dilaporkan sering mengalami gangguan, seperti kecepatan yang menurun drastis, sinyal yang tiba-tiba hilang, maupun jaringan yang tidak bisa diakses sama sekali. Ketidakstabilan ini menyulitkan mahasiswa untuk mengunduh materi kuliah, mengerjakan tugas daring, hingga mengikuti kelas yang membutuhkan akses internet. Mahasiswa FISIP menilai berbagai masalah fasilitas ini sudah berlangsung cukup lama dan berharap pihak kampus segera melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka menilai kualitas fasilitas dasar sangat diperlukan untuk menjaga kenyamanan dan efektivitas proses pembelajaran.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Gedung Bersama maupun fakultas belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah perbaikan atau rencana pemeliharaan fasilitas dalam waktu dekat.


Taskin Rajum Dirna, D1C023074

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengunjung Keluhkan Parkir Liar Pantai Panjang

  Parkir liar di area sekitar pantai panjang Bengkulu- Maraknya parkir liar di kawasan wisata Pantai Panjang, meresahkan pengunjung. Setiap hari, kendaraan memadati kawasan wisata Pantai Panjang justru harus berhadapan dengan juru parkir liar, yang tidak memiliki identitas resmi, menarik biaya tanpa karcis dan menetapkan tarif parkir yang di luar ketentuan. Suasana di lokasi, kendaraan roda dua dan roda empat memadati bahu jalan di sepanjang kawasan Pantai Panjang. Di beberapa titik, juru parkir terlihat meminta uang parkir pada pengunjung satu per satu, tanpa memberikan tanda bukti identitas dan karcis resmi. Beberapa pengunjung mengaku bahwa sering diminta uang parkir tidak hanya sekali. Masalah parkir liar bukan hal yang baru, keluhan seperti ini sering kali memuncak di kawasan Pantai Panjang ketika wisatawan mengunjungi tempat wisata ini seperti saat hari raya, atau ada agenda-agenda besar Kota Bengkulu. Pemerintah Kota Bengkulu menyatakan sudah menetapkan untuk menertibkan...

Krisis Sampah di Kota Bengkulu Semakin Mendesak, Kondisi TPA Memprihatinkan

                                                                                  Kondisi sampah di TPA Bengkulu Bengkulu - Persoalan sampah di Kota Bengkulu kembali mencuat setelah kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dipenuhi gunungan sampah yang kian mengkhawatirkan. Dari pantauan di lokasi, terlihat hamparan sampah yang membentang luas, mulai dari plastik, kain, kertas, hingga sisa rumah tangga yang menumpuk tanpa pengolahan memadai. Di beberapa titik tampak gubuk-gubuk darurat milik para pemulung yang bekerja setiap hari di tengah kondisi lingkungan yang berat. Tumpukan sampah yang terus bertambah ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah di Kota Bengkulu belum berjalan optimal. Dengan meningkatnya produksi sampah harian masyarakat, kapasit...

Tradisi Tabot Bengkulu: Jejak Sejarah dari Karbala hingga Pesisir Sumatera

  Festival Tabot Bengkulu —   Tradisi Tabot yang setiap tahun digelar di Bengkulu memiliki akar sejarah panjang yang tidak dapat dipisahkan dari peristiwa Karbala pada tahun 680 M. Ritual ini bermula dari praktik memperingati syahidnya Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, oleh komunitas   Syiah Tamil   yang hidup pada masa kolonial Inggris di wilayah Nusantara. Sejarawan Bengkulu menyebut bahwa Tabot pertama kali dibawa oleh pekerja muslim Tamil asal India Selatan pada awal abad ke-18. Mereka datang ke Bengkulu sebagai bagian dari pasukan dan pekerja yang direkrut East India Company. Kelompok inilah yang kemudian dikenal sebagai   keturunan Tabot   atau   tabut family . Pada masa itu, peringatan Asyura dilakukan sebagai bentuk duka cita terhadap tragedi Karbala ( syahdat Husain ). Ritual tersebut dibawa ke Bengkulu dan mengalami proses akulturasi dengan budaya lokal, sehingga menjadikan Tabot bukan sekadar upacara keagamaan, tetapi menjadi tradi...